Sabtu, 28 Maret 2020

Setiap Hari, Jumlah Pasien Corona Covid-19 di XXX Bertambah Ratusan Orang

Setiap Hari, Jumlah Pasien Corona Covid-19 di XXX Bertambah Ratuhttp://datok99.net/?ref=susi1501san Orang

  [Fimela] ilustrasi masker

      Penularan Virus Corona Covid-19 di Indonesia semakin masif. Ini juga turut terjadi di beberapa daerah di XXX , salah satunya di XXXXX XXX XXXX
Selama tiga hari terakhir, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan pasien positif Corona Covid-19 di XXX semakin meningkat.


   Dari data Pemerintah Provinsi (Pemprov) XXX pada hari Kamis (26/3/2020), jumlah ODP di Sumsel sebanyak 187 orang, 12 orang PDP dan 1 orang pasien positif Corona Covid-19 yang telah meninggal dunia.
Jumlah ini terus meningkat pada hari Jumat (27/3/2020), dengan total 285 ODP dan 17 orang PDP. Sedangkan jumlah pasien yang terjangkit Corona Covid-19 belum bertambah.

    Namun pada hari Sabtu (28/3/2020), jumlah ODP di XXX melonjak hingga 187 orang di angka 467 ODP dan 22 orang PDP.

Angka ini diperparah dengan bertambahnya satu pasien yang terjangkit Corona Covid-19. Sehingga di XXX , data pasien yang tertular virus yang berawal dari Wuhan Tiongkok ini berjumlah dua orang.


Meskipun Gubernur XXX XXX XXX belum memberikan statement tentang penambahan pasien positif Corona Covid-19, namun masyarakat sudah mengetahuinya dengan mengakses
Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Pencegahan dan Penanggulangan Virus Corona XXX XXX membenarkan, penambahan pasien positif Corona Covid-19.
Namun, pihaknya belum mengetahui persis identitas pasien yang dinyatakan positif tersebut. Apakah yang masuk dalam daftar PDP atau salah satu dari dua orang PDP yang meninggal dunia.


  Iya benar, ada satu penambahan pasien positif (Corona Covid-19). Tapi belum terkonfirmasi ke kita mengenai asal daerah pasien tersebut," katanya.
Sejauh ini, pihak Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Virus Corona baru mendapatkan informasi sebatas itu.

Namun XXX berjanji, dalam waktu dekat akan menyampaikan informasi lanjutan seputar pasien yang terjangkit Corona Covid-19 tersebut.

Sebelumnya, satu orang PDP yang terjangkit Corona Covid-19 di XXX meninggal dunia setelah enam hari dirawat di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) XXX.

Pasien yang bermukim di Kota XXXX tersebut, mempunyai riwayat perjalanan dari daerah terpapar Corona Covid-19. Yaitu dari Ibu Kota XXX dan Daerah XXX.

Zeta, salah satu warga Kota XXX meminta kepada Pemprov XXX, untuk segera melakukan lockdown. Terlebih di XXX angka ODP, PDP dan pasien terjangkit Corona Covid-19 sudah bertambah.

“Harus segera di-lockdown, agar bisa memutus rantai penularan Corona Covid-19. Kita juga kesulitan untuk mem-protect diri, karena masker dan hand sanitizer sudah sangat langka di XXX,” ucapnya.



Tips Mengatasi Stres yang Muncul di Tengah Ancaman wabah COVID-19

Tips Mengatasi Stres yang Muncul di Tengah Ancaman COVID-19



Pewarta mengenakan masker saat meliput laga kualifikasi Grup H Piala AFC 2020 antara PSM Makassar melawan Kaya FC-Iloilo, Jakarta, Selasa (28/3/2020). Pertandingan dilaksanakan tanpa dihadiri penonton sebagai antisipasi penyebaran virus Corona COVID 19.

   Jakarta Infeksi akibat virus corona atau COVID-19 memang bikin was-was. Namun, bukan berarti kita harus selalu dihantui rasa takut ketika pandemi mengancam dan mengganggu produktivitas.

Menurut dokter Gina Anindyajati, spesialis kejiwaan merasa sedih, tertekan, khawatir, bingung, takut, atau marah, merupakan hal yang wajar selama krisis seperti pandemi COVID-19. Namun, bukan seseorang tidak bisa mengatasi ini.


Dalam pesan tertulisnya kepada Health , ditulis Selasa (28/3/2020), Gina meminta agar Anda untuk tetap berbicara dengan orang yang dipercaya. Hubungi juga teman atau keluarga, meski sedang berada dalam situasi tertentu seperti karantina atau social distancing.



"Tetap berhubungan dengan keluarga dan teman-teman melalui email, panggilan telepon dan memanfaatkan platform media sosial," kata Gina.

"Jika harus tinggal di rumah, pertahankan gaya hidup sehat termasuk pola makan, tidur, olahraga, dan kontak sosial dengan orang-orang terkasih di rumah," tambahnya.

Setiap orang pastinya pernah mengalami masa sulit. Namun, ketika sedang merasa cemas, Anda perlu menghindari enam hak berikut ini. (Foto: iStockphoto)
Apabila Anda merasa kewalahan karena kondisi krisis, bicarakan dengan petugas kesehatan, pekerja sosial, profesional serupa, atau orang yang dipercaya lainnya yang ada di komunitas seperti pemimpin agama.

"Jangan menggunakan tembakau, alkohol, atau obat-obatan lain untuk mengatasi emosi," tulisnya.

Dia menambahkan, buatlah rencana kemana harus pergi apabila memerlukan bantuan terkait kesehatan fisik, kejiwaan, dan kebutuhan psikososial.

"Dapatkan fakta tentang risiko dan cara mengambil tindakan pencegahan. Gunakan sumber yang dapat dipercaya untuk mendapatkan informasi, seperti situs web WHO atau badan kesehatan publik setempat," tambahnya.

Untuk mencegah ketakutan berlebihan, Anda juga disarankan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk menonton atau mendengarkan liputan media yang dirasa mengecewakan.